Story bukan postingan
Di TikTok, story muncul sebagai lingkaran berwarna di sekeliling foto profil. Diketuk, diputar, dan 24 jam kemudian hilang. Tidak pernah masuk grid. Tidak bisa disematkan. TikTok juga tidak menyimpan arsip publiknya. Orang memakai story untuk hal yang tidak ingin dipajang lama: info “live 10 menit lagi”, dapur berantakan di balik layar, kode promo yang mati hari Jumat.
Tapi di baliknya, setiap story tetap punya ID TikTok dan link biasa. Itulah kuncinya. SnapTikTok membacanya persis seperti video, selama story itu publik dan 24 jamnya belum habis.
Waktu yang menentukan
Kami tidak menimbun story di belakang layar. Tidak ada yang diambil sampai kamu menempel link. Jadi saat melihat story yang layak disimpan, salin link-nya saat itu juga; walau baru diunduh malam hari, setidaknya link-nya sudah kamu pegang. Begitu story kedaluwarsa, link-nya ikut mati.
Story vs. video biasa
| Story | Video biasa | |
|---|---|---|
| Masa tayang | 24 jam | Sampai dihapus |
| Tampil di grid profil | Tidak | Ya |
| Bisa diunduh di sini | Selama tayang dan publik | Kapan saja selama publik |
Mau postingan biasa? Pengunduh video TikTok utama memang dibuat untuk itu. Story-nya ternyata tumpukan foto? Pengunduh foto membahas postingan foto dengan lengkap.
Hormati 24 jamnya
Seseorang memilih membuatnya sementara. Menyimpannya di HP-mu urusanmu. Mengunggah ulang itu urusan dia: tanya dulu, dan beri kredit kalau dia setuju.